Kabut di lembah jingga perlahan menghilang.
Bubarkan diri satu per satu ke lekukan ranting dan daun.
Akhirnya ku sampai pada satu kisah yang telah lama ku tahu akhirnya.
Di sana sandaranku ada kerapuhan.
Ku ingin laba-laba menyulam semua bagian yang retak dari simfoniku.
Alunan sendu bergema di sisa rintik hujan dan menekanku.
Pelangi juga berujung.
Keindahan akan pudar.
Jadi ku ingin menyimpan semua indah ku, dia
dan juga tentang kami di kotak pasir.
Ku berjalan di dalam hari-hari yang sedikit melankolis dengan
sisa-sisa gothic kota yang tertancap dingin dan angkuh.
Buat aku ingin terbang dari sini setelah sayapku yang patah di sulam.
Mengais mimpi-mimpi yang tercecer dan mengumpulkannya
lalu mulai ku rangkai kembali hingga celah harapan terbentuk,
temukan diriku yang hilang, dan rangkai bagian hidupku yang terlewati.
Ketika satu purnama tiba, ku ingin membagi kisahku
yang sedikit terdengar seperti mimpi pada purnama.
Tentang cinta yang aku bayangkan sederhana tetapi setelah ku pahami ternyata rumit, ku ingin merangkainya kembali di antara bintang-bintang.
Biar dapat hiasi mimpi di tiap tidurnya seperti yang dia ajarkan ke aku tentang cinta tulus yang rapuh.


0 comments:
Post a Comment