Ketika satu purnama tiba,
ku letakkan kembali hatiku jauh di sudut.
Entah terangkai jejaring laba-laba atau ada debu yang menutupinya.
Ketika satu pagi menyapa,
Sayap-sayapku masih basah, teraliri embun.
Entah ku dapati diriku terbang atau tertatih lelah.
Berjalan di hening malam,
membuatku selalu ingin memecahkan dinginnya.
Berlari sendiri dalam bayang hitam,
membuatku ingin selalu terbang ke dalam kabut untuk rebahkan sayapku yang lelah.
Pergi ke batas dunia, membuat sayapku patah,
hanya karena ku ingin meneriakkan semuanya.
Buatku dingin, Buatku damai.
Ketika satu purnama, ku akan selimuti malam, hingga ku bertemu dengan dewi malamku..
Serentak ku teriak, inginku mengajaknya melihat jajaran bintang utara yang di tata..


0 comments:
Post a Comment